Mengenal 3 Komponen Penting Pada Mesin EKG
Mesin EKG

Mesin EKG (Electrocardiograph) adalah sebuah alat (mesin) yang dapat merekam dan mencatat impuls listrik jantung dalam sebuah grafik melalui kabel kabel dari elektroda yang terpasang pada tubuh.

Ada 3 komponen penting yang merangkai mesin ekg sehingga dengan rangkaian tersebut mesin ekg dapat di operasikan dan menghasilkan grafik rekaman dengan baik.

Maka oleh karena itu, penting sekali mengenal komponen ini sebelum mendalami cara melakukan perekaman ekg itu sendiri.

Komponen - komponen yang dimaksud adalah : 

Mesin EKG

Pada unit mesin ekg sendiri terdapat beberapa komponen untuk memudahkan dalam penggunaan, diantaranya :

Monitor

Mesin ekg keluaran terbaru biasanya sudah mempunyai display monitor yang langsung menampilkan grafik ekg saat dilakukan perekaman ekg.
Hal ini memudahkan dalam menilai ada tidaknya artefak pada grafik ekg sebelum di print pada kertas ekg.

Tombol power (ON/OFF)

Tombol power umumnya terletak berdekatan dengan kabel DC (listrik) untuk memutuskan atau mengalirkan listrik ke unit ekg.
Tombol kedua  ON/OFF untuk menghidupkan atau mematikan mesin ekg.
Bervariasi pada setiap alat, ada yang memisahkan kedua tombol ini ada juga sudah tidak menggunakan tombol power dan hanya ada tombol ON/OFF untuk menghidupkan unit.
Jadi, jika tidak bisa di hidupkan bisa di cek kemungkinan masih ada tombol power pada mesin tersebut.

Tombol Input ID

Ini sifatnya optional, untuk mesin ekg keluaran terbaru dengan display monitor rata rata sudah mempunyai tombol untuk mengisi identitas, dan rekam medik pasien yang akan di rekam ekg.
Jika menggunakan mesin ekg yang tidak ada option ini maka identitas perekaman ekg bisa di tulis  manual di kertas ekg setelah perekaman dilakukan

Tombol Kalibrasi

Ada 2 tombol yang harus di perhatikan untuk menentukan nilai kalibrasi yang akan di tampilkan pada hasil rekaman pada kertas ekg. Yaitu :

1. Tombol Sense

Tombol ini berfungsi untuk menentukan nilai amplitudo berapa voltase secara vertikal pada kertas ekg. Standar amplitudo yang biasa digunakan adalah 1 mV (10 mm/mV) namun jika gelombangnya terlalu tinggi maka bisa menggunakan 0,5 mV (5 mm/mV), atau jika terlalu kecil bisa di perbesar hingga 2 mV (20 mm/mV).
Hal ini sangat ditekankan untuk dilakukan agar tidak terjadi kesalahan pada interpretasi ekg nantinya, maka tidak berlebihan kalau kalibrasi merupakan salah satu syarat untuk kelayakan baca sebuah ekg.

2. Tombol Speed

Untuk menentukan kecepatan hasil rekaman, nilai standard yang digunakan adalah 25 mm/s.

Kabel dan Elektroda

Elektroda di tempelkan pada kulit baik pada ekstremitas maupun precordial (di dinding dada). Elektroda dan mesin ekg dihubungkan oleh kabel,
melalui kabel ini impuls listrik jantung di tangkap oleh elektroda dibawa ke mesin ekg untuk di rubah menjadi gelombang P,Q,R,S dan T pada kertas ekg.

Mengenal 3 Komponen Penting Pada Mesin EKG
Kabel dan Elektroda EKG

Ekstremitas

Pada ekstremitas ada 4 elektroda yang dipasang yaitu :
  • Elektroda RA atau R dipasang pada pergelangan tangan kanan.
  • Elektroda LA atau L dipasang pada pergelangan tangan kiri.
  • Elektroda LL atau F dipasang pada pergelangan kaki kiri.
  • Elektroda RL atau N dipasang pada pergelangan kaki kanan.

Untuk pengkodean dan warna dari elektroda pada ekstremitas berbeda di setiap produk tergantung dari model pengkodean, namun biasanya :

Untuk Kode 2 angka :
  • RA (Right Arm) : Warna putih
  • LA (Left Arm) : Warna Hitam
  • RL (Right Leg) : Warna Hijau
  • LL (Left Leg) : Warna Merah

Untuk Kode dengan 1 angka :
  • R : Warna Merah
  • L : Warna Kuning
  • N : Warna Hitam
  • F : Warna Hijau

Precordial

Terdiri dari 6 elektroda yang di tempelkan pada dinding dada, elektroda ini merekam aktivitas listrik jantung yang akan di gambarkan pada lead lead precordial (V1-V6, V3R,V4R,V7,V8 dan V9). Untuk pembahasan sandapan ekg secara detail akan kita bahas pada ertikel khusus nantinya.

Elektroda ini biasanya di kasih kode C1 sampai C6 dengan warna yang berbeda beda.
  • C1  : Dipasang pada posisi  ICS V Lineal Parasternal Dextra.
  • C2  : Dipasang pada posisi  ICS IV Lineal Parasternal Sinistra.
  • C3  : Terletak diantara C2 dan C4
  • C4  : Dipasang pada posisi  ICS V Linea Midclavicula Sinistra.
  • C5  : Dipasang pada posisi  ICS V Linea Axilaris Anterior Sinistra.
  • C6  : Dipasang pada posisi  ICS V Linea Mid Axila Sinistra. 
Note :
Dextra: Kanan, Sinistra: Kiri, ICS: Intercostal = Sela iga iga, Linea: garis Khayal, Parasternal: Sisi dari tulang sternum, Mid: Tengah, Axila: Ketiak. alert-info


Karena perbedaan kode penanda dan warna pada setiap mesin ekg, sangat ditekankan untuk ekstra hati hati dan melihat dengan seksama elektoda sebelum di tempelkan pada pasien agar tidak terjadi kesalahan hasil rekaman ekgnya.alert-error

Kertas EKG

Ukuran kertas ekg pun berbeda pada setiap unit mesin, ada yang kecil dengan ukuran berkisar 30 - 50 mm untuk mesin yang merekam per satu lead secara vertikal.
Ukuran besar berkisar 80 - 215 mm untuk mesin yang merekam per 3 - 6 lead secara vertikal.

Untuk pembahasan nilai kotak kertas ekg secara detail akan dibahas khusus pada pembahasan gelombang ekg nantinya, karna artikel ini hanya fokus pada teknisnya dan pengenalan alat ekg aja.
Semoga bermanfaat.

0Komentar

Silahkan berkomentar dengan bahasa yg santun sesuai dengan tema penbahasan dan mohon untuk tidak nyepam di blog ini

Ini adalah postingan pertama Selanjutnya